Home / Bangka Belitung / Berita / Uncategorized

Selasa, 5 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Gubernur Hidayat: Pendidikan harus Membebaskan, Memberdayakan dan Memanusiakan Manusia

KELAPA — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kelapa, merupakan tanggung jawab moral dan konstitusional pemerintah dalam menjamin hak pendidikan seluruh anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

“Pendidikan harus membebaskan, memberdayakan, dan memanusiakan manusia. Pendidikan luar biasa adalah jembatan bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus untuk bisa mengejar cita-citanya,” ujar Hidayat.

Hal itu disampaikan Gubernur Hidayat Arsani saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan SLB Negeri Kelapa di Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Senin (4/8/2025), bersama Bupati Bangka Barat Markus dan Ketua DPRD Badri Syamsu.

Gubernur Hidayat Arsani menambahkan bahwa negara tidak boleh membiarkan ada anak yang kehilangan haknya hanya karena kondisi fisik, mental, atau latar belakang sosial.

Baca Juga I  Polres Bangka Tengah Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih di Bundaran Koba, Ajak Masyarakat Kibarkan Sang Saka di Momen HUT RI ke-80

Menurutnya, kehadiran SLB bukan sekadar proyek fisik, melainkan bukti hadirnya negara untuk seluruh warga, tanpa terkecuali.

Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus, menyebut pendirian SLB Negeri Kelapa merupakan hasil dorongan bersama dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Saat ini baru ada satu SLB negeri di Mentok. Harapan kami, dengan berdirinya SLB Negeri Kelapa ini, layanan pendidikan bisa menjangkau seluruh kecamatan di Bangka Barat,” ujar Markus.

Markus juga menekankan semua sekolah wajib menyelenggarakan pendidikan inklusif yang memberi layanan kepada anak berkebutuhan khusus, anak dengan kecerdasan istimewa dan bakat istimewa.

“Ini juga didukung dengan pelatihan bagi guru pembimbing berdaya saing tinggi dalam rangka mewujudkan Bangka Barat yang berkeadilan, makmur, tangguh, dan bersahabat,” tukasnya.

Baca Juga I  Menciptakan Kota Bebas Kemacetan: Pembangunan Kereta Bawah Tanah sebagai Solusi

Untuk diketahui, SLB Negeri Kelapa dibangun melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Khusus yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pembangunannya menggunakan dana APBN tahun anggaran 2025 sebesar Rp6,2 miliar.

Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektare dengan total luas bangunan mencapai 0,9 hektare.

Adapun fasilitas yang akan dibangun meliputi, 4 unit bangunan ruang kelas (masing-masing 3 ruang), ruang administrasi, ruang pembelajaran khusus, 2 ruang keterampilan, ruang perpustakaan, ruang kesehatan, 2 unit toilet, kantin, selasar penghubung, pagar depan dan belakang, ruang ibadah, pos jaga, dan lapangan upacara. (*)

sumber: Pemprov Babel

Share :

Baca Juga

Bangka Belitung

Ketua DPRD Didit Srigusjaya Pastikan Listrik Aman Saat Imlek, Ramadhan hingga Idulfitri Tahun 2026

Bangka Belitung

Plt Asisten Pemkot Pangkalpinang Hadiri Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Rangkui Pangkalpinang

Bangka Belitung

Gubernur Babel Resmikan Pabrik Rak Telur di Beltim

Bangka Belitung

Walikota Pangkalpinang Berbuka Puasa Bersama Jajaran OPD Pemkot Pangkalpinang

Bangka Belitung

PT MSP Komitmen Dukung Pembinaan Generasi Muda Babel

Bangka Belitung

Jelang Idulfitri 1447 H, Wakil Ketua DPRD Eddy Iskandar Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Babel

Bangka Belitung

PT DAK Hadiri Rakernas dan Seminar Nasional IPERINDO 2025: Dorong Peningkatan Kapasitas Industri Maritim

Bangka Belitung

Wakil Walikota Pangkalpinang Hadiri Penyerahan Bantuan Alat Kesehatan dari CSR Bank Sumsel Syahriah