BANGKA TENGAH- Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikenal memiliki potensi perkebunan durian yang menjadi salah satu ciri khas desa.
Keberadaan buah berduri dengan cita rasa khas ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga menyimpan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan potensi lokal.
Bagi masyarakat Desa Air Mesu, durian bukan sekadar buah musiman. Tanaman ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi sekaligus potensi untuk dikembangkan sebagai identitas desa.
Tugu Durian Air Mesu
Ikon Desa: Tugu Durian Desa Air Mesu telah berdiri tegak sebagai simbol khas dan ikon wilayah tersebut yang mencerminkan identitas desa sebagai produsen durian unggulan.
Daya Tarik Wisata: Tugu ini berada di kawasan perbukitan yang menjadi pusat rute wisata kebun durian lokal.
Keistimewaan Durian Air Mesu
Varietas Unggulan: Selain durian lokal atau kampung dengan kualitas rasa yang sangat baik, daerah ini juga menghasilkan durian premium seperti Super Tembaga (ST), Cumasi (Kunyit), Blackthorn, hingga Musang King.
Karakter Rasa: Durian dari Air Mesu terkenal memiliki daging buah yang tebal, legit, creamy, serta rasa khas yang menempel di tenggorokan.
Tradisi & Event: Desa ini rutin mengadakan kegiatan seperti Gebyar Pesona Durian Desa Air Mesu dan bazar durian yang menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah.
Ketika musim durian tiba, hasil perkebunan masyarakat menjadi salah satu komoditas yang menarik perhatian para pencinta durian. Cita rasa, aroma, serta karakteristik buah yang dihasilkan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Potensi tersebut dapat menjadi modal penting bagi Desa Air Mesu untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil durian yang diperhitungkan di Kabupaten Bangka Tengah.
Potensi Durian, Peluang Ekonomi Masyarakat
Pengembangan durian sebagai komoditas unggulan desa berpeluang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha lokal.
Selain dijual dalam bentuk buah segar, durian juga dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi produk olahan. Mulai dari lempok durian, tempoyak, hingga aneka makanan berbahan dasar durian yang memiliki nilai tambah.
Jika dikelola secara berkelanjutan, potensi ini dapat membuka peluang usaha baru, memperluas pasar, serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Dukungan pemerintah desa, kelompok tani, dan pelaku usaha juga menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan komoditas tersebut, termasuk melalui peningkatan kualitas hasil panen, pengemasan produk, dan pemasaran secara digital.
Durian sebagai Identitas dan Daya Tarik Desa
Potensi durian Desa Air Mesu juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari promosi desa. Identitas sebagai desa berciri khas durian dapat diperkuat melalui kegiatan promosi produk lokal, pengembangan kebun durian sebagai destinasi agrowisata, serta penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan petani dan masyarakat.
Upaya tersebut dapat menjadi langkah untuk memperkenalkan Desa Air Mesu kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi berbasis potensi lokal.
Namun, pengembangan itu perlu diiringi dengan pengelolaan perkebunan yang baik, pemeliharaan kualitas buah, serta upaya menjaga keberlanjutan tanaman agar potensi durian tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Dengan potensi yang dimiliki, Desa Air Mesu mempunyai peluang untuk terus mengembangkan durian sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah desa, petani, masyarakat, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat potensi tersebut sehingga durian tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Desa Air Mesu, dengan potensi duriannya, memiliki kesempatan untuk tumbuh sebagai desa yang mampu mengangkat kekayaan lokal menjadi kekuatan ekonomi dan identitas daerah.








