Home / Bangka Belitung / Berita / Daerah / Headline

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:10 WIB

Keluhkan Menu dan Potensi Keracunan, SPPG Namang Bagikan Telur Asin Busuk

Caption: Telur asin busuk yang diberikan SPPG Namang kepada siswa

Caption: Telur asin busuk yang diberikan SPPG Namang kepada siswa

BANGKA BELITUNG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah menu yang disajikan oleh sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bangka Belitung dinilai tidak wajar oleh masyarakat.

Perbincangan mengenai menu MBG ramai di jagat maya. Di berbagai platform seperti Facebook, Twitter, TikTok, hingga WhatsApp, mayoritas warganet menyampaikan komentar negatif terkait kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Salah satu unggahan yang menjadi perhatian berasal dari akun milik Influencer Babel, Yuda Saputra Hosta. Dalam waktu kurang dari satu hari setelah diunggah, postingan tersebut dibanjiri lebih dari seribu lebih komentar serta telah dibagikan puluhan kali.

Dalam unggahannya, Yuda menyebut dirinya menerima banyak kiriman foto dari masyarakat terkait menu MBG yang dinilai tidak sesuai dengan harapan.

“Nak bahas masalah MBG takut dihujat, maksudku oke programnya berjalan dari pemerintah, kami hanya bisa support. Tapi tolong dimaksimalkan. Sedih ku dapat foto kiriman netizen, lihat menunya kacang-kacangan. Sampai dak tu 10 ribu? Yo bapak ibu pengurus untuk lebih bijak dalam menyajikan menu tuk murid-murid, anggaplah makanan itu disajikan untuk anak bapak ibu sendiri,” tulisnya.

Baca Juga I  Perlengkapan Sekolah Gratis untuk Semua Siswa, Udin-Dessy Ringankan Beban Orang Tua

Keluhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kualitas menu, tetapi juga kelayakan konsumsi makanan yang dibagikan.

Peristiwa yang paling menyita perhatian terjadi di Kecamatan Namang. Sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa setelah mengetahui telur asin yang dibagikan kepada murid diduga dalam kondisi busuk dan tidak layak konsumsi.

Informasi tersebut beredar melalui status WhatsApp beberapa warga yang menyebut makanan tersebut berpotensi membahayakan kesehatan anak.

Telur busuk

“MBG hari ini real telur asin busuk, terus gizinya di mana, pantes banyak yang keracunan,” tulis seorang warga berinisial A dalam unggahannya.

“Ada juga yang sudah Posting sana sini tidak hanya lewat Sttus WA, Facebook juga, ini sudah jadi perbincangan,” tambah AM.

Baca Juga I  SPBU Kejora No 24331115 Dinilai Ingkar Janji, Warga: Kami Minta Keadilan

Peristiwa itu disebut terjadi saat pembagian menu MBG kepada siswa sekolah dasar pada Selasa (24/2/2026).

Menanggapi kejadian tersebut, pihak SPPG Kecamatan Namang melalui perwakilannya, Dharma, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Ke depan ini akan menjadi evaluasi dan perhatian bersama tim,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak disengaja.

“Saya atas nama pribadi dan SPPG Namang meminta maaf sebesar-besarnya.
Tidak ada niat dari kami untuk memberikan makanan dalam kondisi seperti itu,” katanya.

Kasus ini memicu harapan masyarakat agar pengawasan terhadap program MBG diperketat, sehingga tujuan pemenuhan gizi bagi siswa dapat benar-benar tercapai sesuai dengan standar yang dijanjikan.

Share :

Baca Juga

Bangka Belitung

Wakil Walikota Dessy Buka Kegiatan Pelatihan Penguatan Kepala SD dan SMP Se-Pangkalpinang

Bangka Belitung

Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya Hadiri Puncak Peringatan HUT Bhayangkara ke 80 Tahun 2026

Bangka Belitung

Bupati Algafry Rahman Hadiri Rakor Gubernur Bersama Bupati Walikota se-Bangka Belitung

Bangka Belitung

Wakil Bupati Efrianda Hadiri Survei Lokasi Rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Batu Belubang

Bangka Belitung

Gubernur Hidayat Arsani Hadiri Kegiatan Sosialisasi Penerapan Cara Budi Daya Ikan yang Baik

Bangka Belitung

Gubernur Babel Resmikan Pabrik Rak Telur di Beltim

Bangka Belitung

Gubernur Hidayat Harapkan Kejati Kawal dan Awasi Potensi Penyimpangan di Lingkup Pemerintahan

Bangka Belitung

Gubernur Hidayat Arsani Terima Penghargaan Provinsi Layak Anak Tahun 2025