Home / Bangka Belitung / Berita / Sosial

Kamis, 18 September 2025 - 07:32 WIB

Kungker Mendiktisaintek Dorong PT Timah Jadi Pelopor Pengembangan Logam Tanah Jarang di Indonesia

PANGKALPINANG – Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Ph.D melaksanakan kunjungan kerja ke PT Timah Tbk untuk melihat mineral ikutan atau rare earth di PT Timah di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka, Rabu (17/9/2025).

Dalam kunjungan kerja yang turut didampingi Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santoso mendatangi pilot plant RE(OH) Tanjung Ular dan Division Processing and Refinery PT Timah Tbk di Mentok Bangka Barat untuk melihat lokasi penimbunan terak II , Amang Plant tempat khusus pengolahan mineral ikutan di PT Timah Tbk.

Didampingi Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro dan Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara melihat langsung proses pemisahan mineral ikutan timah yang dilaksanakan di Amang Plant dan RE(OH) Tanjung Ular.

Prof. Brian Yuliarto, Ph.D mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah mulai untuk mengembangkan logam tanah jarang yang merupakan mineral yang dibutuhkan oleh dunia.

“Bangsa Indonesia memiliki kekayaan mineral yang sangat besar salah satunya logam tanah jarang, ini luar biasa dan berkah yang sangat besar nilainya. Itu tidak hanya kekayaan ekonomi tapi sebuah kekayaan kedaulatan,” katanya.

Saat ini, logam tanah jarang atau rare earth element sedang menjadi rebutan dunia karena mengandung berbagai mineral yang dimanfaatkan untuk kebutuhan berbagai industri.

Baca Juga I  Penanganan Banjir Jadi Prioritas, Bupati Bangka Tengah Minta Dukungan Intensif BWS Babel

“Kita diarahkan Pak Presiden untuk bisa memanfaatkan mineral ini. PT Timah dapat amanah yang tidak ringan dan kehormatan ini untuk memulai prose mengambil dan memanfaatkan logam tanah jarang di bumi Indonesia, ini terobosan yang sangat besar,” katanya.

Indonesia saat ini, kata dia terus mempersiapkan untuk mengelola logam tanah jarang yang diharapkan dapat menjadi lompatan untuk pengembangan rare earth.

“Terima kasih jajaran PT Timah yang ternyata sudah memulai perhitungan cadangan ini dari tahun 2016 di Tanjung Ular dan sekarang terus dipersiapkan sehingga rare earth jadi kekayaan Bangsa kita dan digunakan untuk sebesar-sebesarnya kesejahteraan masyarakat,” katanya.

“Dalam waktu dekat kita akan bekerja keras untuk mengolah rare earth dan ini harapan menjadi salah satu lompatan Bangsa kita untuk menunjukkan kepada dunia kita bisa menguasai teknologi pemurnian dan pemisahan hingga ke produk hilir sehingga nilai tambah akan sangat berlipat,” sambungnya.

Kedepan, menurutnya pihaknya akan mendukung PT Timah Tbk dalam mengelola logam tanah jarang ini untuk kepentingan Bangsa.

“PT Timah akan menjadi pelopor untuk penguasaan teknologi dan hilirasasi rare earth, tentu ini akan menjadi sumbangsih yang signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa kita. Kami akan lakukan uji coba, pengukuran dan pemisahan untuk memajukan bangsa dan ini kesempatan besar, salah satu terobosan dari Indonesia. Mari kita sama-sama berikan effort terbaik untuk melahirkan teknologi dan menyusun hilirisasi rare earth dan kita sudah meletakan landasan untuk membangkitkan industri logam rare earth,” ujarnya.

Baca Juga I  Bupati Algafry Rahman Serahkan Bantuan Hewan Kurban ke Sejumlah Masjid di Wilayah Kabupaten Bangka Tengah

Dalam kesempatan ini, Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara menyampaikan PT Timah Tbk melakukan eksplorasi dan pengolahan logam tanah jarang.

Suhendra menjelaskan PT Timah telah melaksanakan kerja Kolaborasi dengan mengimplementasikan konsep triple helix dalam riset yang melibatkan Pemerintah, Universitas dan Industri.

PT Timah juga telah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung untuk merancang kinerja kolaborasi terintegrasi mencakup riset eksplorasi mineral ikutan timah, pengolahan logam tanah jarang dan pemanfaatan slag timah.

“Kami mencoba menyepakati semua yang kita lakukan berbasis dengan riset dan knowledge. Sehingga kami mohon dukungan semua pihak untuk mengolah mineral ikutan ini,” katanya.

Ia menambahkan, PT Timah berharap dukungan penjaminan keberlanjutan pasokan bahan baku mineral melalui pengaturan kebijakan dan dukungan kemitraan strategis dan juga penyediaan jejaring pakar, laboratorium pengujian, dan fasilitas penelitian serta pengembangan terpadu untuk mempercepat penguasaan teknologi dan fasilitasi kemitraan dengan penyedia teknologi industri guna mendukung transfer teknologi dan percepatan industrialisasi. (*)

Share :

Baca Juga

Bangka Belitung

Ketua DPRD Didit Srigusjaya Pimpin Rapat Banggar Bersama Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Babel

Bangka Belitung

Pererat Silaturahmi Ramadan di Bangka Tengah, Bupati Algafry Rahman Sambut Bukber Gubernur Babel

Bangka Belitung

Kawal Revisi Perda RZWP3K, Gubernur Hidayat Arsani Tegaskan Sinergi dan Prinsip Kehati-hatian Tata Ruang Laut

Bangka Belitung

Pariwisata Bangka Belitung: Pulih Tetapi Belum Terhubung

Bangka Belitung

Gubernur Hidayat Arsani Hadiri Kegiatan Sosialisasi Penerapan Cara Budi Daya Ikan yang Baik

Bangka Belitung

Bupati Algafry Rahman Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Bangka Belitung

Bupati Algafry Rahman dan BI Babel Panen Raya Bawang Merah di Lubuk Pabrik

Bangka Belitung

Ketua DPRD Didit Srigusjaya : DPRD Babel akan Gelar Rapat Banmus Bahas Polemik Seleksi KPID Babel