lBANGKA TENGAH, Beritaseindo.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung menggelar penandatanganan serah terima pemanfaatan dan pengelolaan operasional Barang Milik Negara (BMN) Paket Kegiatan Inpres Jalan Daerah Tahun 2023 dan Tahun 2025 pada Selasa, 14/4/2026 di ruang Auditorium BPJN Babel.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bangka, Wakil Bupati Bangka Tengah, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.
Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya pengalihan pemanfaatan hasil pembangunan jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada pemerintah daerah untuk pengelolaan operasional.
Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Novelia, S.T., M.T, mengungkapkan bahwa serah terima ini mencakup sejumlah ruas jalan yang dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Ia menjelaskan, pada tahun 2023 terdapat lima ruas jalan yang diserahkan dengan nilai kegiatan mencapai sekitar Rp200 miliar. Sementara pada tahun 2025, BPJN kembali menyerahkan enam ruas jalan dengan nilai kegiatan sekitar Rp101 miliar.

Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Novelia
“Untuk tahun 2023 ada lima ruas jalan yang kita serahkan dengan nilai kegiatan sekitar Rp200 miliar. Kemudian pada tahun 2025 ada enam ruas jalan dengan nilai sekitar Rp101 miliar. Serah terima operasional ini kami harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, dan pemerintah daerah nantinya sudah harus melakukan pemeliharaan rutin terhadap ruas jalan yang telah dibangun,” ungkap Susan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab akhir atas pembangunan tersebut masih berada di pihak BPJN hingga 31 Desember 2026.
“Serah terima ini dilakukan untuk tiga kabupaten, yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, dan Bangka, serta Belitung. Nilai yang diterima setiap kabupaten tentu berbeda-beda,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada BPJN Bangka Belitung atas kontribusi pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJN Bangka Belitung atas kontribusi kegiatan yang bersumber dari APBN di Kabupaten Bangka Tengah,” ujarnya.
Menurut Efrianda, Kabupaten Bangka Tengah memperoleh empat titik atau lokus pembangunan ruas jalan dari program tersebut pada tahun 2023 dan 2025.
“Alhamdulillah kami mendapatkan empat lokus pembangunan di tahun 2023 dan 2025. Itu sangat bermanfaat bagi masyarakat Bangka Tengah,” katanya.
Ia mencontohkan salah satu ruas yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, yakni di kawasan Simpang Terak menuju Bandara.
“Misalnya di simpang Terak menuju bandara, kita lihat setiap sore masyarakat ramai dan UMKM juga berkembang,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan jalan di kawasan Arah Lubuk C1 juga dinilai memberikan dampak terhadap peningkatan nilai ekonomi kawasan.
“Di Arah Lubuk C1 juga manfaatnya terasa, harga tanah meningkat dan investasi mulai masuk. Memang ada tantangan, tetapi kami yakin setiap pembangunan pasti membawa manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Efrianda juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus berupaya mendorong agar pembangunan yang bersumber dari APBN kembali masuk ke wilayahnya pada tahun 2026.
“Sampai hari ini kawan-kawan teknis terus berjibaku agar kegiatan APBN bisa turun ke Bangka Tengah. Bahkan kami juga mendatangi beberapa komisi di DPR RI dengan tujuan agar Bangka Tengah terus mendapatkan pembangunan dari APBN,” pungkasnya. (Renaldi).









