Home / Bangka Belitung / Berita / Daerah / Headline / Opini

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:57 WIB

HUT ke-23 Bangka Tengah: Perayaan Seremonial ditengah Angka Kemiskinan yang Mencapai 13.710 Jiwa

Ucapan HUT Bangka Tengah dari Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah beserta istri pada HUT Bangka Tengah ke -23

Ucapan HUT Bangka Tengah dari Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah beserta istri pada HUT Bangka Tengah ke -23

Opini

Oleh: Renaldi

Hari ini, Rabu (25/02/2026), Kabupaten Bangka Tengah telah berusia 23 tahun. Dalam hitungan umur pemerintahan, usia ini masih dalam kategori muda.

Namun Fase inilah yang seharusnya sarat dengan keberanian mengambil keputusan besar, merapikan fondasi pembangunan, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Perayaan hari jadi tidak bisa dilepaskan dari kenyataan yang menuntut kejujuran: data Badan Pusat Statistik menunjukkan, pada 2025 terdapat 13.710 jiwa penduduk Bateng dalam kategori miskin, ini adalah angka tertinggi di Kepulauan Bangka Belitung.

Ini bukan sekadar statistik. Ini adalah potret dapur yang tak selalu mengepul, anak yang menunda atau putus sekolah, dan keluarga yang hidup dalam ketidakpastian.

Kepemimpinan Silih Berganti, Hasil Harus Berkelanjutan Sejak berdiri, Bateng telah dipimpin oleh sejumlah figur, dari mulai Abu Hanifah, Iskandar Zulkarnaen, Sunardi, Erzaldi, Ibnu Saleh, Yulianto Satin, hingga Bupati saat ini, Algafry Rahman.

Pergantian kepemimpinan adalah bagian dari demokrasi. Namun bagi rakyat, yang terpenting bukan siapa yang memimpin, melainkan apa yang berubah dalam kualitas hidup mereka.

Baca Juga I  Polri Minta Seluruh Jajaran Lindungi Wartawan Saat Bertugas

Karena itu, pertanyaan publik wajar adanya: Apa dampak konkret kebijakan daerah terhadap penurunan kemiskinan?.

Sejauh mana program ekonomi, pendidikan, dan perlindungan sosial menyentuh kelompok paling rentan?,
Masalah struktural tak cukup dijawab Seremonial Kemiskinan tidak lahir dalam semalam, dan tak akan hilang dengan seremoni tahunan.

Ia tumbuh dari persoalan struktural: kesempatan kerja yang terbatas, ketergantungan pada sektor tertentu, ketimpangan desa-kota, serta akses pendidikan dan keterampilan yang belum merata.

Jika pembangunan lebih terasa pada fisik ketimbang pada peningkatan pendapatan warga, maka yang terjadi adalah pertumbuhan tanpa pemerataan. Dan ketika kebijakan berubah mengikuti periode jabatan tanpa kesinambungan, maka upaya pengentasan kemiskinan akan terus memulai dari nol.

Agenda Mendesak: Dari Retorika ke Hasil Terukur

Momen 23 tahun semestinya menjadi titik balik. Pemerintah daerah bersama DPRD, dunia usaha, dan masyarakat sipil perlu menyepakati agenda yang jelas dan terukur:

Penciptaan kerja lokal yang nyata
Perkuat UMKM, buka ruang investasi yang berpihak pada tenaga kerja lokal, dan dorong pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pasar.

Baca Juga I  PT DAK Salurkan Bantuan Sosial Ramadhan 1447 H bagi Masyarakat Pangkalpinang Hingga Lombok

Pendidikan dan keterampilan sebagai prioritas anggaran Beasiswa tepat sasaran, pelatihan wirausaha, serta inkubasi usaha desa harus memiliki indikator dampak yang transparan.

Perlindungan sosial yang presisi
Validasi data kemiskinan, pastikan bantuan tepat sasaran, dan dampingi penerima menuju kemandirian ekonomi.

Transparansi dan akuntabilitas program
Publikasikan target, capaian, dan evaluasi berkala. Rakyat berhak mengetahui hasil, bukan sekadar rencana.

Refleksi yang Jujur dan Harapan yang Realistis

Usia 23 tahun bukan alasan untuk memaklumi stagnasi, tetapi cukup matang untuk menuntut hasil yang bisa dirasakan.

Perayaan HUT Bateng akan bermakna jika menjadi momentum refleksi yang jujur—bahwa kemiskinan tinggi adalah alarm bersama, bukan sekadar angka tahunan.

Harapan masyarakat sederhana:
bukan sekadar pembangunan yang terlihat, tetapi kesejahteraan yang dirasakan.

Selamat HUT ke-23 Bateng. Semoga tahun-tahun berikutnya dikenang bukan karena kemiskinan yang bertahan, melainkan karena keberanian mengambil langkah yang mengubah keadaan.

Share :

Baca Juga

Bangka Belitung

Bersama BPJS Ketenagakerjaan, Wakil Bupati Efrianda Serahkan Santunan Kematian kepada 3 Ahli Waris

Bangka Belitung

Wakil Ketua DPRD Eddy Iskandar Pimpin Rapat Paripurna Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2026

Bangka Belitung

Pemkot Pangkalpinang Salurkan Beras untuk 2.500 Warga Pangkalpinang

Bangka Belitung

Wabup Efrianda : Bangka Tengah Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Percepatan Penurunan Stunting 2025

Berita

Anak Gubernur ditetapkan Tersangka Oleh KPK, Kasus Pengurusan Izin Usaha Tambang

Bangka Belitung

Ketua DPRD Babel Terima Aspirasi Eks Karyawan Koperasi Timah Mandiri soal Gaji dan Pesangon

Bangka Belitung

Bupati Algafry Rahman Hadiri Salat Jumat di Masjid Jami Al Maghfiroh Desa Bencah

Bangka Belitung

Bupati Algafry Rahman Tinjau Langsung Pelaksanaan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis