JAKARTA– Gelar doktor kini resmi disandang oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., usai menjalani Sidang Senat Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Sidang yang berlangsung di Auditorium dr. Syafri Guricci, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ lantai 5 itu menjadi puncak perjalanan akademik panjang yang ditempuh dengan dedikasi dan konsistensi tinggi.
Dalam sidang tersebut, Fadillah Sabri memaparkan disertasi berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Program Unggulan, Dukungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah terhadap Peningkatan Kepercayaan Masyarakat, dan Keunggulan Bersaing Berkelanjutan SMA Muhammadiyah Toboali Kabupaten Bangka Selatan.”
Dengan penyampaian yang tenang dan argumentasi yang terstruktur, ia mampu mempertahankan gagasannya di hadapan dewan penguji.
Di balik ketenangan yang tampak di ruang sidang, dukungan keluarga dan kolega menjadi fondasi penting. Hadir mendampingi, istri tercinta Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si., anak-anak, serta sejumlah tokoh persyarikatan Muhammadiyah.
Turut terlihat Ketua PWA Suhada, S.Pd., dan Ketua BPH Unmuh Babel Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd., yang memberikan doa dan dukungan.
Mewakili keluarga dan persyarikatan, Dr. Asyraf menyampaikan harapannya agar capaian tersebut membawa keberkahan.
“Semoga sidang ini memberikan kesuksesan dan menjadi keberkahan, tidak hanya bagi pribadi, tetapi juga bagi kemajuan institusi,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari daerah lokasi penelitian. Ketua PDM Bangka Selatan, Sumadi, S.Pd., M.M., berharap capaian ini memberi dampak luas.
“Mudah-mudahan Pak Doktor Fadillah Sabri dapat terus berkarya dan memberi manfaat, khususnya bagi pengembangan sekolah-sekolah Muhammadiyah,” katanya.
Dalam suasana haru, Fadillah Sabri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia secara khusus mengapresiasi Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., yang bertindak sebagai Ketua Sidang.
“Terima kasih kepada seluruh dewan penguji atas masukan yang membangun, serta kepada Prof. Ma’mun Murod yang memimpin sidang hari ini,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada promotor Prof. Dr. Iswan, M.Si., serta keluarga yang menjadi sumber motivasi selama menempuh studi doktoral.
“Terima kasih atas kesabaran dan bimbingan sehingga disertasi ini dapat terselesaikan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar capaian akademik, momen ini dimaknai sebagai motivasi tentang pentingnya belajar sepanjang hayat.
“Abi saja bisa jadi doktor di usia 55 tahun. Ini menjadi motivasi bahwa usia tidak menghalangi semangat untuk terus belajar,” tuturnya.
Secara resmi, gelar doktor tersebut diumumkan oleh Prof. Dr. Iswan, M.Si., ditandai dengan penyerahan surat keterangan dan pemindahan kuncir toga sebagai simbol akademik. Menutup sidang, promotor menyampaikan pesan agar gelar doktor yang diraih dapat dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Gelar ini akan melekat sepanjang hayat. Karena itu, jagalah nama baik pribadi, keluarga, dan almamater, serta manfaatkan untuk mengembangkan amal usaha Muhammadiyah,” pungkasnya. (Renaldi).










