PANGKALPINANG — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VI.
Muswil VI Tahun 2026 ini mengusung tema “Era Baru PPP Bangka Belitung, Solid, Bersatu, Berjuang, Rebut Kemenangan 2029” yang berlangsung di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Sabtu (17/1/2026).
Muswil VI PPP Babel dihadiri Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia yang juga Ketua Umum DPP PPP, H. Muhammad Mardiono. Dalam sambutannya, Mardiono menyampaikan sejumlah arahan Presiden RI sekaligus pesan strategis bagi seluruh kader PPP.
Mardiono mengungkapkan bahwa kondisi global saat ini tengah diwarnai konflik di berbagai belahan dunia. Namun, di tengah situasi tersebut, Indonesia justru menunjukkan capaian penting, khususnya di sektor pangan.
“Saat ini ada sekitar 114 negara yang sedang berkonflik. Alhamdulillah, di tahun pertama pemerintahan ini Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Kita sudah mandiri di bidang pangan, dan ke depan kita juga akan menghentikan impor energi. Empat tahun ke depan, Indonesia harus benar-benar berhenti impor,” ujarnya.
Menurutnya, bangsa Indonesia sejatinya memiliki kemampuan dan sumber daya yang cukup untuk berdiri di atas kaki sendiri. Ketergantungan terhadap impor, kata dia, justru melemahkan harkat dan martabat bangsa.
“Bangsa kita ini mampu dan bisa. Yang membuat tidak bisa adalah kebiasaan gemar impor. Padahal pangan adalah harkat dan martabat bangsa. Kita tidak boleh mengemis. Indonesia sudah cukup dijajah selama 360 tahun,” tegas Mardiono.
Ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh elemen bangsa, termasuk kader PPP, agar terus memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Indonesia.
“Pak Prabowo berpesan agar kita merapatkan barisan, bergandeng tangan untuk membangun dan mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Untuk persoalan-persoalan kecil, negara menerapkan kebijakan restorative justice karena yang utama adalah kepentingan bangsa,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiono turut menekankan pentingnya Asta Cita sebagai pedoman perjuangan PPP. Ia mengingatkan kader agar menjadikan momentum Muswil sebagai titik konsolidasi dan penguatan karya politik partai.
“Pada momentum penting ini, saya ingin menyampaikan pesan yang sangat penting bagi seluruh kader PPP. PPP harus mampu menciptakan karya nyata sebagaimana yang termaktub dalam nilai-nilai perjuangan partai,” katanya.
Mardiono juga menyinggung sejarah panjang PPP yang telah berdiri selama 73 tahun, dengan basis mayoritas umat Islam di Indonesia. Ia menekankan pentingnya soliditas internal partai.
“Sebanyak 85 persen penduduk Indonesia adalah umat Islam. Tidak boleh ada kader PPP yang saling berkonflik. Persatuan adalah kekuatan kita,” ujarnya.
Secara khusus, Mardiono menyoroti kondisi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai memiliki potensi sumber daya alam besar, namun masih menghadapi persoalan sosial yang serius.
“Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun faktanya, masyarakat masih banyak yang miskin, angka stunting masih tinggi, dan tingkat pengangguran juga masih tinggi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diperjuangkan,” pungkasnya.
Muswil VI PPP Babel diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan kebangkitan partai di tingkat daerah, sekaligus memperkuat langkah menuju kemenangan PPP pada Pemilu 2029.










