Home / Bangka Belitung / Berita / Headline / Sosial

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:51 WIB

Tutupan Hutan DAS Nyireh di Bawah 10 Persen, Ancaman Banjir dan Krisis Air Mengintai Bangka Selatan

Rapat bersama para stakeholder membahas terkait DAS di wilayah Bangka Selatan

Rapat bersama para stakeholder membahas terkait DAS di wilayah Bangka Selatan

BANGKA SELATAN – Kondisi tutupan hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Nyireh, Kabupaten Bangka Selatan, saat ini berada pada kondisi mengkhawatirkan. Tutupan hutan tercatat kurang dari 10 persen, jauh di bawah ketentuan minimal 30 persen sebagaimana amanat Undang-Undang Tata Ruang.

Fakta tersebut terungkap dalam audiensi dan rapat koordinasi antara Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (FORDAS Babel) bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Senin (9/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan itu dihadiri langsung Sekda Bangka Selatan Hefi Nuranda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Forum DAS Bangka Selatan, camat serta kepala desa.

Sekretaris Daerah Bangka Selatan, Hefi Nuranda menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik hasil kajian yang disampaikan FORDAS Babel dan akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang dihasilkan.

“Apa yang menjadi rekomendasi akan segera kita tindak lanjuti dan bisa segera kita laksanakan dalam waktu dekat. Ini menjadi dasar bagi kita untuk berembuk sebelum diteruskan ke pemerintah provinsi, termasuk terkait dukungan anggaran melalui APBD yang akan dibahas bersama DPRD,” ujarnya.

Baca Juga I  Dessy: Semua Sekolah Punya Hak yang Sama, Tidak Ada Lagi Sekolah Unggulan

Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk, Eka Widiyastutik menjelaskan bahwa rendahnya tutupan hutan di DAS Nyireh berdampak langsung pada meningkatnya limpasan air permukaan yang berpotensi memicu banjir di musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Koefisien Aliran Tahunan (KAT) DAS Nyireh telah mencapai angka 0,45. Artinya sekitar 45 persen air hujan langsung mengalir di permukaan tanpa terserap ke dalam tanah.

“Karena itu pengelolaan dan pemanfaatan lahan di kawasan DAS harus dilakukan secara bijaksana agar keseimbangan air sepanjang tahun tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FORDAS Babel, Ir. Fadillah Sabri, menegaskan bahwa kawasan rawa di hulu Sub DAS Kemis memiliki peran strategis dalam menjaga sistem hidrologi serta menopang keberlanjutan pertanian di Kabupaten Bangka Selatan.

Baca Juga I  Ketua DPRD Pangkalpinang Apresiasi Pemkot Pangkalpinang Distribusikan Bantuan Pangan untuk Warga Pangkalpinang

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan daerah resapan air yang sangat penting bagi sistem irigasi ribuan hektare lahan pertanian. Namun aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut mulai menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.

“Dampaknya mulai terasa, mulai dari terganggunya aliran irigasi akibat sedimentasi, penurunan debit air, hingga potensi turunnya produktivitas sawah. Bahkan muncul pula persoalan sosial-agraria berupa klaim kepemilikan lahan dan lemahnya penegakan aturan tata ruang,” ungkapnya.

Fadillah menegaskan bahwa diperlukan langkah strategis dan kebijakan komprehensif untuk menghentikan perambahan kawasan serta memulihkan fungsi ekologis rawa di hulu Sub DAS Kemis.

Dalam kesempatan tersebut, FORDAS Babel juga menyerahkan dokumen rekomendasi hasil kajian kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan kawasan DAS secara berkelanjutan.

Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan sistem hidrologi di Bangka Selatan.

Share :

Baca Juga

Bangka Belitung

Sekda Pangkalpinang Hadiri Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan Kota Pangkalpinang

Bangka Belitung

Wakil Ketua DPRD Edi Nasapta: Jembatan Emas Dibiarkan Tidak Berfungsi, Pemerintah Harus Segera Ambil Keputusan Teknis

Bangka Belitung

DPRD Babel Desak Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya dan Penataan IUP PT Timah

Bangka Belitung

Bimtek Penghulu se-Bangka Tengah, Wabup Efrianda Titip Pesan untuk Menjaga Generasi Muda

Bangka Belitung

Wakil Bupati Efrianda Hadiri Rakor Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2025

Bangka Belitung

Bupati Algafry Rahman Serahkan Bantuan Atensi dengan Total 592 Juta Rupiah

Bangka Belitung

Bakti Sosial dan Donor Darah Warnai Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani

Bangka Belitung

Bupati Algafry Rahman Jadi Khatib Jumat di Tanjung Berikat, Ingatkan Makna Bulan Syawal