BeritaSeindo.Com – Kabupaten Bangka Tengah menerima kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Republik Indonesia/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, bersama istri, Rabu (05/08/2026).
Kedatangan Menteri disambut hangat oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Bupati Bangka Tengah, Wakil Bupati Bangka Tengah, Kepala Perwakilan BKKBN Babel, serta Kepala DPPKBP3A Kabupaten Bangka Tengah beserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri menghadiri kegiatan Temu Tim Pendamping Keluarga (TPK), kemudian meninjau langsung dua rumah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru. Dua keluarga yang dikunjungi yakni keluarga Hasmid dan Pitriani serta keluarga Hasri dan Novita Sari. Kondisi kedua rumah tersebut dinilai memprihatinkan karena sebagian besar bangunannya terbuat dari papan dan kayu dengan fasilitas listrik yang sangat terbatas.
Menurut Wihaji, program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan tersedianya gizi masyarakat sejak dini sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Wihaji juga mengapresiasi pencapaian Bangka Belitung dalam penanganan stunting .
“Secara keseluruhan bagus. TPK-nya bekerja dengan baik, distribusi MBG juga sudah berjalan. Kalau masih ada satu dua yang belum, nanti akan kami koordinasikan. Prevalensinya juga mulai menurun. Memang masih ada beberapa titik yang menjadi prioritas penanganan, tetapi secara umum Bangka Belitung sudah berada di jalur yang baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Bangka Tengah sebagai lokasi kegiatan Menteri Kemendukbangga.
“Alhamdulillah tadi Pak Menteri BKKBN beserta Ibu menghadiri kegiatan temu kader pendamping keluarga yang dipusatkan di Bangka Tengah. Setelah itu beliau juga langsung meninjau masyarakat di Tanjung Gunung dalam rangka Program GENTING untuk mencegah stunting ,” ucap Algafry.
Algafry mengungkapkan hasil kunjungan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan komitmen memberikan bantuan rumah layak huni dari Baznas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada dua keluarga yang dikunjungi. Selain itu, pemerintah juga segera memberikan penanganan kesehatan kepada warga yang sakit.
Ia menambahkan, Pemkab Bangka Tengah akan kembali melakukan pendataan dan evaluasi terhadap masyarakat yang membutuhkan agar bantuan dapat diprioritaskan kepada warga yang benar-benar layak menerima.
“Kita akan meninjau kembali bantuan-bantuan yang memang diperuntukkan bagi masyarakat yang diprioritaskan sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.








