BANGKA TENGAH – PT Tanjung Bukit Nunggal (TBN) kembali akan melakukan kegiatan uji coba peledakan (blasting) di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) miliknya di Desa Air Mesu Timur, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengukuran serta pengambilan data uji getaran dan kebisingan yang direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Sebelum pelaksanaan uji coba peledakan, pihak perusahaan telah menggelar sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Polda Kepulauan Bangka Belitung, pejabat Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, serta pihak Kecamatan Pangkalanbaru.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rencana kegiatan teknis yang akan dilakukan perusahaan.
Direktur Utama PT Tanjung Bukit Nunggal, Rizard Amry Sirat, menyampaikan bahwa sosialisasi menjadi langkah penting sebelum kegiatan blasting dilakukan.
Menurutnya, proses pengukuran getaran dan kebisingan tersebut diperlukan agar perusahaan dapat menjalankan aktivitas peledakan sesuai dengan aturan yang berlaku serta memastikan keamanan dalam radius tertentu.
“Kegiatan ini bertujuan agar kami dapat melakukan blasting sesuai dengan aturan yang ada. Melalui pengukuran getaran dan kebisingan ini, kami ingin memastikan bahwa aktivitas perusahaan ke depan dapat berjalan aman,” ujarnya, Rabu, (25/3/2026).
Sementara itu, Bupati Bangka Tengah yang diwakili Asisten I Setda Bangka Tengah, Ali Imron, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup peluang bagi investor mau berinvestasi di wilayah Bangka Tengah. Namun, ia menekankan agar perusahaan tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku serta memperhatikan aspek kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami dari pemerintah daerah tidak menutup pihak manapun yang ingin berinvestasi, sepanjang perusahaan dapat menaati aturan hukum serta memperhatikan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. Harus ada timbal balik antara perusahaan dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar perusahaan memedomani dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah dimiliki, termasuk mengantisipasi potensi dampak seperti debu maupun mobilisasi alat berat yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain itu, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) diharapkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Air Mesu Timur, Nomi. Ia berharap keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
“Kami berharap perusahaan dapat memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan perusahaan juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi warga, minimal melalui program CSR dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Meski demikian, perwakilan masyarakat Desa Air Mesu Timur juga menyampaikan kekhawatiran mereka terkait kegiatan peledakan tersebut. Mereka meminta perusahaan lebih berhati-hati agar kejadian yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali.
“Kami minta pihak perusahaan jangan ceroboh seperti kejadian kemarin, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat,” ujar salah satu perwakilan warga.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Direktur PT Tanjung Bukit Nunggal Rizard Amry Sirat, Asisten I Pemkab Bangka Tengah Ali Imron, Sekretaris Camat Pangkalanbaru Hendra, Kepala Desa Air Mesu Timur Nomi, serta sejumlah perwakilan masyarakat setempat. (Renaldi)









