BeritaSeindo.Com – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) secara resmi memulai langkah strategis dalam memetakan masa depan daerah berbasis teknologi dan penelitian. Langkah ini ditandai dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID) Tahun 2025 – 2029 serta Penguatan Inovasi Daerah Tahun 2026.
Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Besar Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah pada Selasa (19/05/2026) pagi ini, dibuka langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, sebagai bentuk keseriusan. Kegiatan ini juga menandai dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir.
Dalam berbagai sesi wawancara, bupati menjelaskan bahwa penyusunan RIPJPID ini merupakan amanat regulasi dari Peraturan BRIN Nomor 5 Tahun 2023 dan PP Nomor 38 Tahun 2017. Dokumen ini akan menjadi kompas pembangunan yang terukur hingga tahun 2029.
“Peta jalan ini adalah garis-garis besar haluan kita untuk menyusun langkah ke depan dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Ini gambaran kesiapan kita agar pengembangan IPTEK di Bangka Tengah dapat terpetakan secara jelas dan terukur,” ujar Algafry.
Komitmen Bangka Tengah dalam urusan inovasi memang bukan isapan jempol. Berdasarkan data, Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bangka Tengah terus meroket secara konsisten, yakni pada tahun 2021 dengan Skor 54,39 (Predikat: Inovatif) sebangak 17 Inovasi, tahun 2024 dengan Skor 66,54 (Predikat: Sangat Inovatif), dan tahun 2025 dengan Skor 68,10 (Predikat: Sangat Inovatif) sebanyak 79 Inovasi.
Melihat tren positif tersebut, pada tahun 2026 ini Pemkab Bangka Tengah memasang target tinggi, yakni melaporkan 200 inovasi daerah untuk bersaing dalam ajang nasional Innovative Government Award (IGA) 2026.
“Kita punya mimpi dan cita-cita untuk meraih predikat Kabupaten Terinovatif di Indonesia. Penghargaan IGA Award itu adalah motivasi bahwa kita siap bekerja dan melayani masyarakat dengan cara-cara terbaik,” tambah bupati optimis.
Algafry juga turut memberikan ketegasan bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangka Tengah. Pada dasarnya, inovasi merupakan indikator mutlak apakah seorang kepala OPD memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) atau tidak.
“Setiap OPD wajib memberikan inovasi. Itu tanda mereka paham. Kalau tidak ada inovasi, berarti dia tidak mengerti tugas di OPD tersebut,” pungkasnya.










