BANGKA TENGAH, Beritaseindo.com– Komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penurunan angka stunting kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Wihaji dan rombongan ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 5 hingga 6 Agustus 2026.
Kabupaten Bangka Tengah menjadi salah satu titik fokus kunjungan. Tidak sekedar menghadiri agenda seremonial, Menteri Wihaji dijadwalkan akan turun langsung menemui masyarakat melalui kunjungan door to door ke rumah-rumah Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang menjadi calon penerima bantuan Program GENTING berupa perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kunjungan lapangan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah untuk memastikan kondisi masyarakat yang selama ini hanya tergambar melalui laporan administrasi benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan.
Diketahui, rombongan Menteri Wihaji bertolak dari Jakarta pada Rabu (5/8) dan tiba di Bandara Depati Amir Pangkalpinang sekitar pukul 11.40 WIB. Setelah melaksanakan istirahat dan santap siang, rombongan bergerak menuju Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Di Tamasya Yayasan Arraisyah Alhams Center, Kelurahan Berok, Menteri Wihaji dijadwalkan bertemu ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan pendamping Keluarga Risiko Stunting.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dengan para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.
Usai kegiatan tersebut, agenda berlanjut ke Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru. Di desa itu, Menteri Wihaji akan menyambangi langsung rumah milik Pak Asmid dan Pak Hasri, dua keluarga yang masuk kategori Keluarga Risiko Stunting dan diusulkan sebagai penerima bantuan GENTING untuk perbaikan rumah layak huni.
Kunjungan secara langsung ke rumah warga dinilai penting agar pemerintah dapat melihat kondisi riil masyarakat, mulai dari kualitas hunian, sanitasi, hingga lingkungan tempat tinggal yang menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan penurunan stunting.
Program GENTING sendiri merupakan salah satu strategi Kemendukbangga/BKKBN yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menyasar perbaikan kualitas lingkungan dan tempat tinggal keluarga.
Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Rangkaian kunjungan kerja berlanjut pada Kamis (6/8). Menteri Wihaji dijadwalkan meninjau kualitas layanan MBG 3B di SPPG Pangkal Balam Lontong Pancur, Kota Pangkalpinang.
Setelah itu, rombongan kembali melakukan kunjungan langsung ke sejumlah keluarga penerima manfaat Program 3B di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkal Balam.
Melalui kunjungan selama dua hari tersebut, pemerintah pusat berharap berbagai program pembangunan keluarga, penanganan stunting, hingga bantuan perbaikan rumah dapat berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran Menteri di Bangka Tengah juga menjadi sinyal bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan di atas meja.
Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan setiap intervensi pemerintah benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan dan menjadi solusi atas persoalan yang mereka hadapi. (Renaldi).










