Home / Bangka Belitung / Berita

Kamis, 12 Februari 2026 - 03:30 WIB

Hutan Lindung di Desa Belilik Tepi Jalan di Babat Manusia Serakah, Kades: Tidak Tahu

Foto: Pembalakan liar kawasan hutan lindung di desa Belik kecamatan Namang

Foto: Pembalakan liar kawasan hutan lindung di desa Belik kecamatan Namang

Bangka Tengah – Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi di Desa Belilik kembali menjadi sorotan.

Pembabatan liar yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab membuat kawasan hutan yang berada di tepi jalan hingga mendekati wilayah mangrove Desa Kurau Barat kini tampak gundul dan memprihatinkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan area hutan lindung yang berada tepat di belakang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Belilik telah habis dibabat.

Pepohonan yang sebelumnya tumbuh rapat kini rata dengan tanah, menyisakan lahan terbuka tanpa tutupan vegetasi.

Kepala UPT KPHP Sungai Sembulan melalui penyuluh kehutanan, Suryani, membenarkan adanya aktivitas pembalakan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta meminta keterangan dari masyarakat yang diduga terlibat.

Baca Juga I  Walikota Pangkalpinang Hadiri Paripurna Penandatanganan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2026

“Kemarin kita sudah ke lokasi, dan kita telah memanggil masyarakat Desa Belilik dan Kurau yang saat itu sedang bekerja untuk dimintai keterangan siapa di balik mereka,” ungkap Suryani, Kamis (12/02/2026).

Menurutnya, luasan kawasan yang telah dibabat diperkirakan mencapai lebih dari 10 hektare, membentang hingga ke perbatasan kawasan mangrove Desa Kurau Barat.

“Kami belum mengecek secara pasti, tapi kalau dari hasil penelusuran kemarin itu lebih dari 10 hektare yang sudah dibabat,” ujarnya.

Kerusakan hutan lindung ini tentu menjadi ancaman serius bagi ekosistem sekitar, terlebih lokasinya yang berdekatan dengan kawasan mangrove yang memiliki fungsi penting sebagai penyangga lingkungan pesisir dan penahan abrasi.

Baca Juga I  Siapa Dia Dimas Agung Dwi Wibowo, Anak Magang Pengawal Pembangunan Pelabuhan di Sungai Selan?

Jika dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu bencana ekologis di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala Desa Belilik, Sudarwan, saat dikonfirmasi terkait pembukaan lahan di kawasan lindung tersebut, mengaku belum mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas perusakan itu.

“Belum ada laporan siapa yang punya dan babat lahan tersebut,” katanya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPHP Sungai Sembulan masih melakukan penelusuran untuk mengungkap aktor di balik pembabatan hutan lindung tersebut.

Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang dan hutan yang tersisa dapat diselamatkan dari tangan-tangan serakah.

Share :

Baca Juga

Bangka Belitung

Ketua DPRD Babel Ucapkan Selamat atas Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang

Bangka Belitung

Bersama Masyarakat, Bupati Algafry Rahman Hadiri Maulid Nabi Muhammad di Desa Perlang

Bangka Belitung

Ketua DPRD Didit Srigusjaya Pimpin Paripurna Perubahan Susunan Pimpinan dan Anggota Alat Kelengkapan Dewan Tahun 2025

Bangka Belitung

Prihatin Masalah Hukum Remaja Asal Desa Beluluk, Gubernur Hidayat Sambangi Mapolda Babel

Bangka Belitung

Asisten Pemkot Pangkalpinang Hadiri Kegiatan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Se-Kota Pangkalpinang

Bangka Belitung

Bupati dan Ketua DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Kabupaten Bangka Tengah TA 2026

Bangka Belitung

Bupati Algafry Rahman Hadiri Kegiatan Survei Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Saleh Bateng

Bangka Belitung

Ketua DPRD Didit Srigusjaya Pimpin Rapat Banmus Bersama APKLI Babel Bahas Distribusi Elpiji 3 Kg